SELAMAT DAN SUKSES

SELAMAT DAN SUKSES BUAT BULAN RAMDHAN TAHUN 1432 H. SEMOGA SEGALA KEBAIKAN SELALU MENYERTAI KITA SEMUA. AMIN...
ATAS NAMA PIMPINAN ANAK CABANG IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA (IPNU) MENGUCAPKAN MOHON MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA DAN KITA SUKSESKAN BULAN RAMADHAN INI DENGAN AMAL YANG TERBAIK MENURUT PANDANGAN ALLAH SWT.
Read more...

MENGKAJI PERJALANAN HIDUP ROSULULLAH SAW

MENGKAJI PERJALANAN HIDUP ROSULULLAH SAW
Mengkaji perjalanan hidup rosulullah saw adalah bagaikan mengarungi lautan yang tidak bertepi karena sangat luas, sangat kaya dan sangat mencerahkan. Keluasan suri tauladan muhammad saw mencakup semua aspek hidup dan kehidupan.
Kita sebagai umatnya yang taat sudah selayaknya untuk mengikuti semua langkah dan jejak yang dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW karena dengan kita merealisasikan segala aspek dari kehidupan rosulullah maka hasil yang akan kita dapatkan adalah sebuah ketenangan dan sebuah kebhagiaan didunia dan akhirat.
Rosulullah SAW mengajarkan kita sabar karena dengan sabar seberat apapun cobaan yang menimpa diri kita akan meleleh bagaikan lilin yang dibakar. Akhirnya dalam menghadapi masalah itu jangan disikapi dengan emosi tapi harus dengan sabar yang dilandasi dengan keilmuan dan keimanan. Pastikan dan yakinkan Allah akan selalu bersama kita dan selalu berpihak kepada kita. Ayo kita sama-sama belajar dari mulai hari ini. 
Read more...

Sekilas Tentang IPNU & IPPNU

Sekilas tentang :
IPNU - IPPNU
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (disingkat IPNU) adalah badan otonom Nahldlatul Ulama yang berfungsi membantu melaksanakan kebijakan NU pada segmen pelajar dan santri putra. IPNU didirikan di Semarang pada tanggal 20 Jumadil Akhir 1373 H/ 24 Pebruari 1954, yaitu pada Konbes LP Ma’arif NU. Pendiri IPNU adalah M. Shufyan Cholil (mahasiswa UGM), H. Musthafa (Solo), dan Abdul Ghony Farida (Semarang).
Ketua Umum Pertama IPNU adalah M. Tholhah Mansoer yang terpilih dalam Konferensi Segi Lima yang diselenggarakan di Solo pada 30 April-1 Mei 1954 dengan melibatkan perwakilan dari Yogyakarta, Semarang, Solo, Jombang, dan Kediri.
Pada tahun 1988, sebagai implikasi dari tekanan rezim Orde Baru, IPNU mengubah kepanjangannya menjadi Ikatan Putra Nahdlatul Ulama. Sejak saat itu, segmen garapan IPNU meluas pada komunitas remaja pada umumnya. Pada Kongres XIV di Surabaya pada tahun 2003, IPNU kembali mengubah kepanjangannya menjadi “Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama”. Sejak saat itu babak baru IPNU dimulai. Dengan keputusan itu, IPNU bertekad mengembalikan basisnya di sekolah dan pesantren.
Visi IPNU adalah terbentuknya pelajar bangsa yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu, berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan serta bertanggungjawab atas tegak dan terlaksananya syari’at Islam menurut faham ahlussunnah wal jama’ah  yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Kini IPNU telah memiliki 33 Pimpinan Wilayah di tingat provinsi dan 374 Pimpinan Cabang di tingkat kabupaten/kota. Sampai dengan tahun 2008, anggota IPNU telah mencapai lebih dari 2 juta pelajar santri yang telah tersebar di seluruh Indonesia.
Lain IPNU,lain juga IPPNU yang merupakan wadah aspirasi remaja putri NU. 
Sejarah kelahiran IPPNU dimulai dari perbincangan ringan oleh beberapa remaja putri yang sedang menuntut ilmu di Sekolah Guru Agama (SGA) Surakarta, tentang keputusan Muktamar NU ke-20 di Surakarta. Maka perlu adanya organisasi pelajar di kalangan Nahdliyat. Hasil obrolan ini kemudian dibawa ke kalangan NU, terutama Muslimat NU, Fatayat NU, GP. Ansor, IPNU dan Banom NU lainnya untuk membentuk tim resolusi IPNU putri pada kongres I IPNU yang akan diadakan di Malang. Selanjutnya disepakati bahwa peserta putri yang akan hadir di Malang dinamakan IPNU putri.
Dalam suasana kongres, yang dilaksanakan pada tanggal 28 Februari – 5 Maret 1955, ternyata keberadaan IPNU putri masih diperdebatkan secara alot. Rencana semula yang menyatakan bahwa keberadaan IPNU putri secara administratif menjadi departemen dalam organisasi IPNU. Namun, hasil pembicaraan dengan pengurus teras PP IPNU telah membentuk semacam kesan eksklusifitas IPNU hanya untuk pelajar putra. Melihat hasil tersebut, pada hari kedua kongres, peserta putri yang terdiri dari lima utusan daerah (Yogyakarta, Surakarta, Malang, Lumajang dan Kediri) terus melakukan konsultasi dengan jajaran teras Badan Otonom NU yang menangani pembinaan organisasi pelajar yakni PB Ma’arif (KH. Syukri Ghozali) dan PP Muslimat (Mahmudah Mawardi). Dari pembicaraan tersebut menghasilkan beberapa keputusan yakni:
1.    Pembentukan organisasi IPNU putri secara organisatoris dan secara administratif terpisah dari IPNU
2.    Tanggal 2 Maret 1955 M/ 8 Rajab 1374 H dideklarasikan sebagai hari kelahiran IPNU putri.
3.    Untuk menjalankan roda organisasi dan upaya pembentukan-pembentukan cabang selanjutnya ditetapkan sebagai ketua yaitu Umroh Mahfudhoh dan sekretaris Syamsiyah Mutholib.
4.    PP IPNU putri berkedudukan di Surakarta, Jawa Tengah.
5.    Memberitahukan dan memohon pengesahan resolusi pendirian IPNU putri kepada PB Ma’arif NU. Selanjutnya PB Ma’arif NU menyetujui dan mengesahkan IPNU putri menjadi Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).
Dalam perjalanan selanjutnya, IPPNU telah mengalami pasang surut organisasi dan Khususnya di tahun 1985, ketika pemerintah mulai memberllakukan UU No. 08 tahun 1985 tentang keormasan khusus organisasi pelajar adalah OSIS, sedangkan organisasi lain seperti IPNU-IPPNU, IRM dan lainnya tidak diijinkan untuk memasuki lingkungan sekolah. Oleh karena itu, pada Kongres IPPNU IX di Jombang tahun 1987, secara singkat telah mempersiapkan perubahan asas organisasi dan IPPNU yang kepanjangannya “Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama” berubah menjadi “Ikatan Putri-Putri Nahdlatul Ulama”.
Keinginan untuk kembali ke basis semula yakni pelajar demikian kuat, sehingga pada kongres XII IPPNU di Makasar tanggal 22-25 Maret tahun 2000 mendeklarasikan bahwa IPPNU akan dikembalikan ke basis pelajar dan penguatan wacana gender.
Namun, pengembalian ke basis pelajar saja dirasa masih kurang. Sehingga pada Kongres ke XIII IPPNU di Surabaya tanggal 18-23 Juni 2003, IPPNU tidak hanya mendeklarasikan kembali ke basis pelajar tetapi juga kembali ke nama semula yakni “Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama”. Dengan perubahan akronim ini, IPPNU harus menunjukkan komitmennya untuk memberikan kontribusi pembangunan SDM generasi muda utamanya di kalangan pelajar putri dengan jenjang usia 12-30 tahun dan tidak terlibat pada kepentingan politik praktis yang bisa membelenggu gerak organisasi.
Read more...



M A R S    I P N U

Wahai Pelajar Indonesia
Siapkanlah Barisanmu
Bertekad Bulat bersatu
Dibawah kibaran panji IPNU

Ayo hai pelajar Islam yang setia
Kembangkanlah agamamu
Dalam Negara Indonesia
Tanah air yang kucinta

Dengan berpedoman kita belajar
berjuang serta bertaqwa
Kita bina watak nusa dan bangsa
Tuk kejayaan masa depan

 Reff: Bersatu Wahai pelajar Islam jaya
Tunaikanlah kewajiban yang mulia
Ayo maju pantang mundur
Dengan rahmat tuhan kita perjuangkan
Ayo maju pantang mundur
Pasti tercapai adil makmur.
    M A R S    I P N U

Wahai Pelajar Indonesia
Siapkanlah Barisanmu
Bertekad Bulat bersatu
Dibawah kibaran panji IPNU

Ayo hai pelajar Islam yang setia
Kembangkanlah agamamu
Dalam Negara Indonesia
Tanah air yang kucinta

Dengan berpedoman kita belajar
berjuang serta bertaqwa
Kita bina watak nusa dan bangsa
Tuk kejayaan masa depan

 Reff: Bersatu Wahai pelajar Islam jaya
Tunaikanlah kewajiban yang mulia
Ayo maju pantang mundur
Dengan rahmat tuhan kita perjuangkan
Ayo maju pantang mundur
Pasti tercapai adil makmur.


   
Read more...

Read more...

Read more...

Read more...

POWER POINT MAULID NABI

Read more...

CONTOH LAPORAN PKL

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
(PKL)
TUGU MONAS SEBAGAI LAMBANG PERJUANGAN
BANGSA INDONESIA

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Dalam Mengikuti Ujian Akhir Pada Madrasah Aliyah  Negeri Rancah
Kabupaten Ciamis









Disusun oleh :
Oman Komaruzaman
NIS. 0809.1.045


JURUSAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
MADRASAH ALIYAH NEGERI RANCAH
TAHUN PELAJARAN 2010/2011
LEMBAR PENGESAHAN
Nama             : Oman Komaruzaman
NIS             : 0809.1.045
Jurusan         : Ilmu Pengetahuan Sosial
Judul Laporan        :    TUGU MONAS SEBAGAI LAMBANG PERJUANGAN BANGSA INDONESIA

Pembimbing,


Yaya Rahmatiah, S.Ag.
NIP. 197104212007012033

Mengetahui
Kepala MA. Negeri Rancah,


Drs. H. Yuyuh
NIP. 196009071985031006




KATA PENGANTAR
Segala puji hanya milik Allah SWT. yang telah memberikan ridho dan inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini.
Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat ujian akhir pada Madrasah Aliyah Negeri Rancah.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, maka dari itu dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan sarannya guna memperbaiki penyusunan laporan selanjutnya.
Dalam penyusunan laporan ini tentu banyak sekali kendala yang dihadapi penulis, maka disertai dengan penuh rasa ikhlas penulis ucapkan terima kasih kepada yang terhormat,
1)    Ibu Yaya Rahmatiah, S. Ag. selaku pembimbing.
2)     Bapak Drs. H. Yuyuh selaku kepala MA. Negeri Rancah.
3)    Bapak Amron Habibi, S. Psi. selaku wali kelas XII IPS 1.
4)    Dewan Guru beserta Staf TU MA. Negeri Rancah.
5)    Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Unit Pengelola Monumen Nasional yang telah memberikan izin melaksanakan praktek kerja lapangan.
6)    Orang tua beserta saudara tercinta.
7)    Teman-teman seperjuangan beserta semua pihak yang telah memberikan bantuan baik secara moril maupun materil.
Semoga amal baik mereka mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT.
Amin.

Rancah,      November 2010,    Penulis

















DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFRTAR ISI
BAB      I    PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah        1
B.    Perumusan Masalah        1
C.    Tujuan Penulisan         1
D.    Manfaat Penulisan        
E.    Pembatasan Masalah        
F.    Sistematika Penyajian       
BAB    II     LANDASAN TEORI       
BAB       III    METODOLOGI PENELITIAN        
A.    Metode Penulisan         1
B.    Teknik Penulisan         1
BAB    IV     PEMBAHASAN MASALAH        
BAB      V    KESIMPULAN DAN SARAN        
A.    Perumusan Masalah       
B.    Saran        
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
LAMPIRAN

























BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dalam hal ini pendidikan sangat berperan, baik pendidikan formal maupun non formal. Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya tersebut dengan cara merealisasikan teori-teori yang telah disampaikan dan dipraktekan dalam bentuk praktek kerja lapangan.
Penelitian yang penulis lakukan yaitu tentang tugu monument nasional yang dijadikan sebagai lambang perjuangan bangsa Indonesia. Sebab pada saat ini para generasi muda yang akan meneruskan perjuangan para pendahulu itu ditinjau dari rasa kepatriotismenya kurang sekali. Maka sebagai salah satu pendorong generasi muda untuk menanamkan kesadaranya dalam upaya mempertahankan Negara ini tentu dengan diberikanya wawasan dan pengetahuan tentang betapa besarnya perjuangan nenek moyang kita, dengan memberikan pengetahuan tentang sejarah Tugu Monas yang dijadikan sebagai lambang perjuangan bangsa Indonesia.





1
B.    Rumusan Masalah
Berkaitan dengan masalah yang penulis teliti, maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut :
1.    Apa yang menjadi faktor pendorong didirikanya MONAS?
2.    Mengapa MONAS dijadikan sebagai lambang perjuangan bangsa Indonesia?
3.    Apa keuntungan berdirinya MONAS bagi masyarakat kota Jakarta?
C.    Tujuan Penulisan
Bertumpu pada latar belakang dan rumusan masalah, maka penulis mempunyai tujuan, yaitu :
1.     Untuk mendeskripsikan faktor pendorong didirikanya MONAS.
2.    Untuk mendeskripsikan MONAS yang dijadikan sebagai lambang perjuangan bangsa Indonesia.
3.    Untuk mengetahui keuntungan yang didapat masyarakat kota Jakarta dengan didirikanya tugu MONAS.
D.    Manfaat Penulisan
Pada dasarnya ada dua manfaat yang ingin dicapai dari hasil penulisan laporan ini, yaitu :
1)    Manfaat secara teoritis, yaitu penulis dapat memperoleh teori khusus tentang penyusunan sebuah laporan mengenai sejarah monument nasional yang dijadikan sebagai lambang perjuangan bangsa Indonesia.
2)    Manfaat secara praktis, yaitu melaksanakan penelitian sesuai prosedur penulisan sebuah laporan sesuai kenyataan yang ada dilapangan. 
E.    Pembatasan Masalah
Sehubungan pembahasan masalah yang diteliti penulis cukup luas, maka penulis membatasi pembahasan meliputi :
1.     Faktor pendorong didirikannya MONAS.
2.    Sebab MONAS dijadikan lambang perjuangan bangsa Indonesia.
3.    Keuntungan yang didapatkan masyarakat kota Jakarta setelah didirikannya MONAS.
F.    Sistematika Penyajian
BAB     I        PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah.
B.    Perumusan Masalah
C.    Tujuan Penulisan
D.    Manfaat Penulisan
E.    Pembatasan Masalah
F.    Sistematika Penyajian
BAB    II    LANDASAN TEORI
BAB   III    METODOLOGI PENELITIAN
A.    Metode Penulisan
B.    Teknik Penulisan
BAB  IV    PEMBAHASAN MASALAH
BAB   V    KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan
B.    Saran









BAB II
LANDASAN TEORI
Untuk mempertanggung jawabkan suatu laporan hasil penelitian perlu ditunjang dengan berbagai landasan yang dikemukakan oleh para ahli dari berbagai keilmuan.
Teori yang dijadikan acuan dalam penulisan laporan hasil penelitian, yaitu tentang rumusan sejarah yang dikemukakan oleh seorang ahli sejarah Indonesia bernama Muhammad Yamin pada tahun 1957 yang garis besarnya adalah :
“Sejarah ialah ilmu pengetahuan dengan umumnya yang berhubungan dengan cerita bertarikh sebagai hasil penafsiran kejadian-kejadian dalam masyarakat manusia pada waktu yang lampau, yaitu hasil penyelidikan bahan-bahan tulisan atau tanda-tanda yang lain” (Yamin : 1957 : 89).
Dari teori diatas dapat disimpulkan bahwa dalam membentuk kepribadian generasi sekarang dan yang akan dating perlu ditanamkan kesadaran diri dan rasa patriotisme dengan cara belajar dari sejarah. Sebab dengan adanya sejarah kita dapat berpikir lebih kritis lagi dalam upaya membangkitkan kesadaran dan rasa patriotisme dalam diri.



5

BAB III
METODE DAN TEKNIK PENELITIAN
A.    Metode Penulisan
Penelitian  dilakukan guna memperoleh data atau fakta yang diperlukan, metode yang digunakan dalam penulisan laporan adalah metode deskriptif yaitu dengan cara mengungkapkan keadaan yang sebenarnya terjadi dilapangan.
Dengan menggunakan metode ini diharapkan dapat mengungkapkan faktor pendorong didirikanya monumen nasional, monas yang dijadikan sebagai lambang perjuangan bangsa Indonesia, dan keuntungan masyarakat Jakarta setelah didirikanya monumen nasional.    
B.    Teknik Penulisan
Untuk mendapatkan gambaran jawaban dari permasalahan dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik sebagai berikut :
1)    Observasi
Teknik ini dilakukan dengan cara mengunjungi objek wisata yang dijadikan sebagai tempat mencari sumber yaitu di Monumen Nasional Jakarta. 

6
2)    Studi Pustaka
Teknik ini dilakukan dengan cara membaca berbagai buku atau sumber yang berkaitan dengan penelitian untuk dijadikan tujuan dan landasan teoritis dalam penelitian.















BAB IV
PEMBAHASAN MASALAH
A.    Faktor Pendorong didirikanya Monas
Setelah ratusan tahun Negara Republik Indonesia dijajah oleh Jepang dan Belanda akhirnya berkat ridha Allah SWT akhirnya Indonesia mendapatkan kemerdekaan yang merupakan buah dari perjuangan bangsa Indonesia.
Gagasan awal pembangunan Monas muncul setelah sembilan tahun kemerdekaan diproklamirkan. Beberapa hari setelah peringatan HUT RI ke-9, dibentuk Panitia Tugu Nasional yang bertugas mengusahakan berdirinya Tugu Monas. Panitia ini dipimpin Sarwoko Martokusumo, S Suhud selaku penulis, Sumali Prawiro Sudirjo selaku bendahara dan dibantu oleh empat orang anggota masing-masing Supeno, K K Wiloto, E F Wenas dan Sudiro.
Berkaitan dengan gagasan pembangunan Monas ada juga faktor pendorong untuk pendirian Monumen Nasional, diantaranya saja :
1.    Pemerintahan pada saat itu menginginkan ada sebuah tugu peringatan untuk mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945.

8
2.    Pemerintahan pada saat itu juga menginginkan supaya para penerus bangsa memiliki sebuah inspirasi dan semangat patriotisme.
B.     Monas Sebagai Lambang Perjuangan Bangsa Indonesia
Tugu Monas merupakan Tugu kebanggan bangsa Indonesia, yang dibangun pada tahun 1961 untuk mengenang dan mengabadikan kebesaran perjuangan bangsa Indonesia yang dikenal dengan revolusi 17 Agustus 1945. Pembangunan Tugu Monas juga sebagai wahana untuk membangkitkan semangat patriotisme generasi sekarang dan yang akan datang.
Tugu Monas mempunyai ciri khas tersendiri, sebab arsitektur dan dimensinya melambangkan kias kekhususan Indonesia. Bentuk yang paling menonjol adalah tugu yang menjulang tinggi dan pelataran cawan yang luas mendatar. Diatas tugu terdapat api menyala seakan tak kunjung padam, melambangkan keteladanan semangat bangsa Indonesia yang tidak pernah surut berjuang sepanjang masa.
Bentuk dan tata letak Monas yang sangat menarik memungkinkan pengunjung dapat menikmati pemandangan indah dan sejuk yang mempesona, berupa taman dimana terdapat pohon dari berbagai provinsi di Indonesia. Kolam air mancur tepat dilorong pintu masuk membuat taman menjadi lebih sejuk, ditambah dengan pesona air mancur bergoyang.
Didekat pintu masuk menuju pelataran monas itu juga nampak megah berdiri patung pangeran Diponogoro yang sedang menunggang kuda. Patung yang terbuat dari perunggu seberat 8 ton itu dikerjakan oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr. Mario di Indonesia.
Setelah bangsa Indonesia mengakhiri perjuanganya melawan penjajah Belanda maka Presiden pertama Indonesia yaitu Ir. Soekarno mempunyai inspirasi membangun sebuah Tugu Peringatan yang mana melambangkan sebuah perjuangan bangsa Indonesia dan mewakli karakter dan budaya bangsa Indonesia. Itulah yang menjadi sebab Tugu Monas dijadikan sebagai lambang dari perjuangan bangsa Indonesia.
Monaspun mempunyai ciri yang dapat kita ketahui yaitu bentuk tugu yang menjulang tinggi mengandung palsafah “lingga dan yoni” yang menyerupai “alu” sebagai “lingga” dan bentuk wadah (cawan) berupa ruangan menyerupai “Lumpang” sebagai “Yoni”. Alu dan Lumpang adalah dua alat penting yang dimiliki setiap keluarga di Indonesia khususnya rakyat pedesaan. Lingga dan Yoni adalah symbol dari zaman dahulu yang menggambarkan kehidupan abadi, adalah unsur positif (Lingga) dan untuk negative (Yoni) seperti adanya siang dan malam, laki-laki dan perempuan, baik dan buruk, merupakan keabadian dunia.
Selain Tugu Monas menjulang tinggi, disanapun pertama ada Museum Sejarah yang terletak 3 meter dibawah permukaan halaman tugu memiliki ukuran 80 x 80 meter. Dinding serta lantai diruang itupun semuanya dilapisi batu marmer. Didalam ruangan itu, pengunjung disajikan dengan 51 jendela peragaan (Biorama) yang mengabadikan sejarah sejak zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia, perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia hingga masa pembangunan di zaman orde baru.   Kedua disanpun terdapat Ruang Kemerdekaan yang berbentuk amphitheater terletak di cawang tugu, terdapat empat atribut kemerdeakan meliputi letak kepulauan Negara RI, Lambang Negara Bhineka Tunggal Ika, dan pintu gapura yang berisi naskah proklamasi kemerdekaan. Diruangan ini pula, pengunjung juga dapat mendengar rekaman suara Bung Karno saat membacakan proklamasi.
Perlu diketahui bahwa di pelataran puncak tugu yang terletak pada ketinggian 115 meter dari halaman tugu, memiliki ukuran 11 x 11 meter, pengunjung dapat mencapai pelataran itu dengan menggunakan elevator tunggal yang berkapasitas sekitar 11 orang. Dipelataran yang mampu menampung sekitar 50 orang itu juga disediakan empat teropong disetiap sudut, dimana pengunjung dapat melihat pemandangan kota Jakarta dari ketinggian 132 meter dari halaman tugu Monas. Lidah api yang terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dengan tinggi 14 meter dan berdiameter 6 meter, terdiri dari 77 bagian yang disatukan. Seluruh lidah api dilapisi lempengan emas seberat 35 kilogram, dan pada HUT RI ke-50, emas yang melapisi lidah api itu dtambah menjadi 50 kilogram.   
C.    Keuntungan Masyarakat Jakarta Setelah didirikanya Monas
Setiap tempat wisata atau tempat bersejarah pasti memberikan manfaat bagi masyarakat yang ada disekitarnya. Begitu pula dengan keberadaan Monas, yang mana Monas dijadikan sebuah tugu peringatan yang melambangkan perjuangan dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi tahun 1945. Selain itu didalamnya juga terdapat museum, ruang kemerdekaan dan sebagainya.
Masyarakat kota Jakarta pada khususnya merasakan manfaat atau keuntungan dibangunnya Monas. Karena selain menjadi tempat mereka mencari nafkah, mereka juga dapat berkreasi dan mengembangkan keterampilan yang mereka miliki. Seperti halnya pemerintah membuat koperasi yang didalamnya menuntut anggotanya untuk membuat kerajinan tangan, seperti gantungan kunci berbentuk tugu monas, kaos, dan berbagai kerajinan lainya. Ini menandakan bahwa dengan keberadaan Monas memberikan keuntungan besar bagi masyarakat sekitar.









BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan
1)    Pemerintahan pada saat itu menginginkan sebuah tugu peringatan yang bertujuan untuk mengenang perjuangan melawan penjajah, selain itu supaya generasi sekarang dan yang akan datang terbangkit rasa patriotismenya.
2)    Tugu Monas dijadikan lambang perjuangan bangsa Indonesia karena Monas merupakan tugu yang mengandung makna kebesaran bangsa Indonesia yang penuh dengan perjuangan dalam melawan penjajah.
3)    Keberadaan Monas memberikan keuntungan bagi masyarakat kota Jakarta pada khususnya karena mereka dapat mengembangkan keterampilannya dalam berbagai bidang dan dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan.
B.    Saran
1)    Pemerintah harus lebih baik lagi dalam menjaga ketertiban dan keamanannya supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan.
2)    Setiap warga Negara Indonesia diharapkan dapat menjaga tugu Monas dan yang paling penting tanamkan dalam diri kesadaran berbangsa dan rasa patriotisme yang tinggi.
13

DAFTAR PUSTAKA
Rosady, Eddy, 2004. Belajar Efektif Sejarah, Jakarta : Intimedia Cipta Nusantara
http://www.digilib.ui.ac.id














BIOGRAFI PENULIS
Penulis bernama Oman Komaruzaman lahir pada tanggal 03 Januari 1993 dari seorang ibu bernama Entin Cartinah dan ayah bernama Raska. Sekarang bertempat tinggal di Dusun Mekarsari RT/RW 03/11 Desa Kiarapayung Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis.
Penulis menempuh pendidikan pertama di TK Manarul Huda selama tiga tahun dilanjutkan ke MI Cileungsir tahun 1999, lulus tahun 2005, kemudian melanjutkan pendidikan di MTsM Rancah dan lulus tahun 2008, setelah itu penulis melanjutkan kembali pendidikanya ke MAN Rancah dengan mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Jabatan yang pernah penulis duduki yaitu menjadi sekretaris Pramuka di pangkalan MTsM Rancah masa bhakti 2007/2008, ketua IRMA di MAN Rancah masa bhakti 2008/2009, komandan Pasukan Keamanan (PASKA) masa bhakti 2009/2010, Wakil Pemimpin Sangga masa bhakti 2009/2010, Ketua OSIS MAN Rancah masa bhakti 2009/2010, Ketua Umum Ikatan Pelajar Kecamatan Rancah (IPKR) tahun 2010, Pemimpin Sangga masa bhakti 2010/2011, Pengurus Dewan Kerja Ranting (DKR) Kec. Rancah masa bhakti 2010/2014, Pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdotul Ulama (PC. IPNU) kabupaten Ciamis masa bhakti 2010/2012, Ketua PAC IPNU Kec. Rancah tahun 2010.
Demikian riwayat singkat penulis, semoga Allah SWT. senantiasa melimpahkan ridha dan inayah-Nya. Amin.










LAMPIRAN- LAMPIRAN
1.    SURAT TUGAS
2.    SURAT IZIN PKL
3.    DAFTAR HADIR PEMBIMBING
4.    DAFTAR HADIR BIMBINGAN
5.    DAFTAR HADIR PESERTA
6.    PETA WILAYAH
7.    JADWAL KEGIATAN
8.    AGENDA KEGIATAN
9.    DAFTAR GAMBAR










DAFTAR HADIR BIMBINGAN
PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)
KELOMPOK II
No    Hari/Tanggal    Keterangan     Ttd 
1    Rabu, 10 November 2010        
2    Kamis, 11 November 2010        
3    Jum’at, 12 November 2010        
4    Sabtu, 13 November 2010        



Pembimbing,


YAYA RAHMATIAH
NIP. 197104212007012033    Rancah, 09 November 2010
Ketua Kelompok,


OMAN KOMARUZAMAN
NIS. 0809.1.045








DAFTAR HADIR PESERTA
PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)
KELOMPOK II

No    Nama    Jabatan    LOKASI    Ket
            MONAS    TMII    RAGUNAN   
1    Oman K    Ketua    Hadir    Hadir    Hadir   
2    Perian S W    W. Ketua    Hadir    Hadir    Hadir   
3    Lilis S F    Sekretaris    Hadir    Hadir    Hadir   
4    Wiwin    Bendahara    Hadir    Hadir    Hadir   
5    Parid H    Anggota    Hadir    Hadir    Hadir   
6    Tata R P    Anggota    Hadir    Hadir    Hadir   
7    Risma A    Anggota    Hadir    Hadir    Hadir   
8    Nina A     Anggota    Hadir    Hadir    Hadir   
9    Yuliyanti N    Anggota    Hadir    Hadir    Hadir   


Pembimbing,


YAYA RAHMATIAH
NIP. 197104212007012033    Rancah, 07 November 2010
Ketua Kelompok,


OMAN KOMARUZAMAN
NIS. 0809.1.045



DAFTAR HADIR PEMBIMBING

No.    Lokasi    Keterangan
1.    Monumen Nasional   
2.    Taman Mini Indonesia Indah   
3.    Kebun Binatang Ragunan   





Pembimbing,


YAYA RAHMATIAH
NIP. 197104212007012033    Rancah, 07 November 2010
Ketua Kelompok,


OMAN KOMARUZAMAN
NIS. 0809.1.045








JADWAL KEGIATAN
PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)
KELOMPOK II

No    Waktu    Kegiatan    Tempat    Penanggung Jawab
1    21.00    Pemberangkatan    MAN Rancah    Panitia
2    04.00-07.00    ISOMA    Mesjid Istiqlal    Panitia
3    07.00-10.00    Pelaksanaan PKL    MONAS     Pembimbing
4    10.30-14.00    Pelaksanaan PKL    TMII    Pembimbing
5    14.30-17.00    Pelaksanaan PKL    Ragunan    Pembimbing
6    17.30-18.00    Persiapan pulang    Ragunan    Panitia
7    20.00-21.00    Refresing    Tempat oleh-oleh di Purwakarta    Panitia
8    21.00-01.30    Pulang/sampai ke tempat    MAN Rancah    Panitia










AGENDA KEGIATAN
PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)
KELOMPOK II

No    Hari/Tanggal    Kegiatan    Keterangan
1    Sabtu, 23 Oktober 2010     Rapat Persiapan dan pembagian surat pemberitahuan kepada orang tua   
2    28 Oktober 2010     Sosialisasi dan penetapan lokasi PKL dan pembagian surat izin orang tua/wali   
3    Sabtu, 06 November 2010     Pengarahan PKL   
4    Minggu, 07 November 2010     Pelaksanaan PKL di Jakarta    
5    Selasa-Minggu, 09-14 November 2010     Penyusunan laporan hasil PKL dan bimbingan kepada pembimbing masing-masing kelompok     
5    Senin, 15 November 2010     Pengumpulan laporan hasil PKL    

































   














Gambar 1.1 Struktur Bangunan Monumen Nasional











































Gambar 1.2 Photo Monumnen Nasional






































Gambar 1.3 Photo Monumen Nasional








































Gambar 1.4 Ruang Museum Sejarah Nasional







































Gambar 1.5 Naskah Proklamasi





































Gambar 1.6 Ruang Kemerdekaan












































Peta Lokasi Praktek Kerja Lapangan
Read more...







Read more...

KAU TERCIPTA BUKAN UNTUKKU

KAU TERCIPTA BUKAN UNTUKKU

Sang mentari mulai muncul ke permukaan dengan masih malu – malu. Kicauan burung kecil mulai membangunkan Nisa dari tidurnya di hari minngu.
Setelah membereskan tempat tidurnya ia langsung mencari neneknya ke dapur, karena memang ia tinggal bersama sang nenek. Dengan ceria layaknya seorang anak perempuan yang berusia lima tahun ia menyapa neneknya yang sedang memasak dengan ucapan selamat pagi disertai seenyuman manisnya.
Waktu terasa cepat berputar, jarum jam telah menunjukan pukul 10.00 WIB. Ketika itu Nisa dan sang nenek sedang menonton sebuah acara televisi. Namun terdengar suara Yudi seorang anak teteangga neneknya yang merupakan satu – satunya teman bermain Nisa memanggil namanya dari luar rumah.
“ Nisa.......Nisa.....main yuk!!! “ Yudi berteriak dari luar rumah untuk mengajak Nisa bermain.
“ Iya….” Jawab Nisa dari dalam rumah sambil berjalan menuju ke arah suara Yudi.
“ Ada apa kak Yudi ? “
“ Nisa kita main di halaman rumahgku Yuk ! “ajak Yudi
“ Iya kak Yudi, tapi aku ijin dulu ke nenekku ya ! “
Nisa dan Yudi tengah bermain dengan asyik dan dengan bebasnya karena telah mendapat izin dari sang nenek. Yudi yang usianya lebih tua empat tahun dari Nisa tidak merasa canggung bermain dengan anak perempuan yang usianya di bawahnya. Karena Yudi dan Keluarganya telah menganggap Nisa seperti keluarga sendiri.
Dua tahun telah berlalu akhirnya Nisa menginjak usianya yang ke tujuh tahun diman aia harus mulai bersekolah.
Ia merasa bahagia karena akan mulai bersekolah yang berarti pula ia akan mendapatkan teman – teman baru di sekolah. Namun di lain pihak ia juga merasa sedih karena harus meninggalkan sang nenek tercinta yang telah merawatnya selama tiga tahun dan meninggalkan Yudi yang telah menjadi sahabat kecilnya. Karena memang ia akan disekolahkan oleh kedua orang tuanya yang tinggal di luar kota.
Enam tahun sudah lamanya Nisa bersekolah di salah satu Sekolah Dasar Negeri di Jakarta, Kota tempat Ia sekarang tinggal. Meski hari – harinya tak terasa sepi namun bayangan akan Yudi sang sahabat kecilnya masih membekas di benaknya. Rasa rindu pun hadir dalam hati Nisa. Namun tak lebih dari sekedar rindu kepada sang sahabat.
Hingga pada libur panjang tiba setelah ia lulus dari Sekolah Dasarnya. Ia sempatkan untuk menemui sang nenek tercinta dan Yudi yang tak dapat ia bayangkan seperti apa dia sekarang.
Tiga hari berlalu dan ia telah berada di rumah neneknya. Namun Nisa belum bertemu dengan Yudi karena ia sedang ada kegiatan ekskul di sekolahnya dan baru akan pulang sore ini.
Read more...

Di Bawah Lindungan Ka'bah

Di Bawah Lindungan Ka'bah
Sebuah Novel Sastra Karya HAMKA


S I N O P S I S

          Tersebutlah Hamid, seorang anak berbudi luhur tetapi sangat menyedihkan hidupnya. Bapaknya meninggal saat Hamid masih berusia empat tahun. Sejak menjadi yatim itulah hidup Hamid menjadi miskin dan serba kekurangan. Dia hanya tinggal berdua dengan ibunya. Hamid membantu menjual kue buatan ibunya, sebagai penyambung hidup.
          Seakan Sang Penolong datang saat rumah besar di seberang rumah Hamid, yang selama ini kosong, ditempati oleh keluarga kaya yang baik hati. Sepasang suami istri itu bernama Haji Ja’far dan Mak Asiah, beserta Zaenab, anak perempuan mereka yang seumuran dengan Hamid.
          Melihat kebaikan budi pekerti Hamid dan rasa kasihan, Haji Ja’far menyekolahkan Hamid. Hal itu juga dalakukan agar ada teman bagi Zaenab untuk bersekolah bersama. Zaenab pun dianggap sebagai adik sendiri oleh Hamid. Hari-hari pun dilalui Zaenab dengan Hamid, mulai belajar sampai bermain. Hingga akhirnya mereka berpisah, karena Zaenab mulai beranjak dewasa, dan berdasarkan adat dia harus dipingit.
           Namun ternyata persaudaraan dan waktu berkata lain, kedekatan itu berbuah rasa cinta dan rindu yang mendalam. Hamid menyadari bahwa dia mempunyai perasaan cinta kepada Zaenab, tetapi akhirnya Hamid memutuskan untuk menjauhkan diri, khawatir cintanya bertepuk sebelah tangan. Hamid merasa dia tak pantas mengharap orang kaya seperti Zaenab.
          Kesedihan makin mendalam saat Haji Ja’far dan Ibu Hamid meninggal berturut-turut dalam jangka waktu sebentar. Hati Hamid makin sakit saat Mak Asiah meminta tolong pada Hamid untuk membujuk Zaenab agar mau menikah dengan seorang pria pilihan keluarga Haji Ja’far. Bagaimana mungkin Hamid bisa membujuk Zaenab sementara dirinya sendiri mencintai Zaenab?
          Dalam kegelisahan hatinya, Hamid menggantungkan diri pada Kuasa Illahi. Karena dia yakin hanya Allah lah tempat menambatkan diri, tempat berserah diri atas segala masalah. Pelarian itu sampai akhirnya membawa Hamid ke negeri Arab, tepatnya Mekkah. Di bawah lindungan Ka’bah, Hamid bersimpuh diri atas segala permasalahan batinnya, meminta pertolongan, berharap ada kekuatan untuk tegar menghadapi kenyataan pahit ini.
          Sampai akhirnya dia tahu bahwa cintanya selama ini ternyata dirasakan juga oleh Zaenab. Ternyata selama ini Zaenab juga mengharapkan Hamid, hampir tiap hari dia menangis sambil membaca sepucuk surat dari Hamid yang sudah sangat lusuh karena terlalu seringnya dibaca. Namun itu semua sudah terlambat, karena dua tahun berpisah adalah waktu yang lama bagi mereka, sampai akhirnya terombang-ambing dalam kerinduan tanpa akhir.
          Hingga suatu saat, Hamid menerima kabar bahwa Zaenab telah meninggal dunia. Hamid yang memang telah sakit itu makin putus asa. Akhirnya Hamid pun menyusul orang yang sangat dikasihinya.
          Kasih tak sampai. Namun cinta mereka suci. Hingga ajal yang mengakhiri...

***


O P I N I
          Kisah percintaan dua insan memang selalu membawa perasaan yang mengharu biru. Salah satunya adalah kisah ketulusan cinta Hamid yang bersambut oleh kerinduan Zaenab akan dirinya. Kisah ini dituliskan oleh HAMKA dengan bahasa yang sangat mendalam dalam bukunya ini, Di Bawah Lindungan Ka’bah.
         Kisah roman ini saya nilai telah mengajarkan kepada kita bagaimana ketulusan cinta itu dilahirkan. Bagaimana seharusnya manusia menghadapi segala beban hidupnya, dan tentunya mengajarkan kepada kita apa makna kecintaan pada dua insan manusia itu. Nilai luhurnya mungkin bisa menjadi pelajaran bagi kita semua dalam menyikapi hidup ini, ditambah lagi kedalaman makna dan kata-katanya, yang membuat kita hanyut untuk merasakan pula apa yang dirasakan oleh tokoh-tokoh dalam cerita ini.
         HAMKA atau Haji Abdul Malik Karim Amrullah ini telah sukses menyatukan antara perassan manusia, budaya, dan nilai keagamaan. Bahasa yang digunakan cukup mudah dipahami meski menggunakan bahasa Melayu. Ceritanya singkat, padat, namun mengandung makna yang dalam. Kisah roman ini juga tidak bertele-tele sehingga membuat kita bisa membaca novel ini sekali duduk.
          Jangan melihat orang dari luarnya. Dan jangan melihat buku dari covernya. Saya rasa cover buku ini kurang menarik. Namun hal itu tak menjadi masalah karena isinya sungguh luar biasa.
Read more...

PERJUANGAN SEORANG IBU UNTUK SANG ANAK

PERJUANGAN SEORANG IBU UNTUK SANG ANAK

Malam yang indah dengan sinar bulan yang menyinari gubuk yang berada di sebuah kampong. Disitu hidup satu keluarga yng kurang rukun. Dia lah Jefri anak semata wayang Ibu Rukmini. Mereka hidup miskin setelah ayah Jefri meninggal. Jefri yang tdi nya seorang anak yang soleh, berubah drastis menjadi anak yang kasar dan sering berlaku buruk terhadap ibu nya. Sedangkan ibunya yang soleh dan sabar sangat terpukul atas perubahan sikap Jefri.
Pagi hari yang cerah dengan suara ayam berkokok telah membagunkan Jefri dari tidurnya dan siap-siap untuk bermain, karena kerjaan nya tiap hari hanya main dan main. Pagi hari itu Jefri yang lapar ingin sekali makan. Jefri pun ke dapur.
“Bu...... Mana makanan untuk saya? Saya lapar nih...” Tanya Jefri.
“Sebentar Nak..... Ibu belum masak! Beras nya habis!” Jawab Ibu.
“Apa....??? Belum masak? Sebenarnya Ibu ngapain aja dari tadi di dapur? Masak aja gak becus”.
“Kan beras nya habis Nak....!”
“Ya tinggal beli lah! Gitu aja kok repot”.
Ibu Rukmini pun pergi kewarung untuk membeli beras buat makan Jefri, walaupun ibu sebenarnya tidak punya uang dan bermaksud untuk ngutang. Karena Ibu Rukmini rela melakukan apa saja demi anak semata wayang nya. Ibu pun pulang dengan warung dan membawa beras 1Liter. Jefri pun makan dan pergi untuk bermain sama teman-teman nya.
Hari demi hari telah Ibu Rukmini rasakan dangan senang hati walaupun sebenarnya hatinya terasa sakit atas kelakuan anaknya.
Suatu hari ibu khawatir karena sudah 4 hari Jefri tidak pulang. Keadaan itu membuat ibu stres memikirkan nya. Ibu pun pergi dengan memekai baju yang sudah tak layak pakai, dekil dan bolong untuk mencari Jefri. Ternyata benar, ketika ibu di perjalanan ibu melihat Jefri dengan memakai baju kaos yang basah, celana nya pada bolong dan memegang sebotol minuman di tangannya juga berjalan leak-leok. Ibu pun bermaksud untuk menghampiri Jefri. Ketika di tengah jalan, tiba-tiba ada sebuah mobil melintas dan langsung menabrak ibu Rukmini. Ibu pun langsung di larikan ke Rumah Sakit.
Ketika di Rumah Sakit. Ibu mengalami koma. Jefri duduk di samping ibusambil mencucurkan air mata nya. Tak lama kemudian, Ibu sadar dari koma nya. Jefri pun langsung memeluk ibunya erat-erat.
“Ibu..... Ibu...... Bangun Bu.....!” Ujar Jefri.
“Ya nak.... Ada apa..??” Jawab Ibu.
“Ibu sekarang sudah sadar...?”.
“Ya nak... Alhamdulillah....”.
“Ibu maafin Jefri ya bu....?”.
“Nak dari dulu ibu sudah maafin Jefri!”.
“Benar Bu..??”.
“Ya nak...!!!”.
Mendangar kata maaf dari ibunya, Jefri pun sangat bahagia dan menyesali perbuatannya terhadap ibunya. Dan Jefri bermaksud untuk merubah semua keburukan sikapnya selama ini.

Analisis
Tema        : Religi
Judul        : Perjuangan Seorang Ibu Untuk Sang Anak
Latar        : Malam hari, Pagi hari, Jalan raya, Rumah, Rumah sakit
Alur        : Maju
Tokoh        : - Jefri- Ibu Rukmini
Read more...

Anak Perawan di Sarang Penyamun

Judul Buku         : Anak Perawan di Sarang Penyamun
Karya             : Sutan Takdir Alisjahbana
Tema             : Penjahat belum tentu mempunyai hati yang begitu jahat.
Setting            : Daerah Pagar Alam
Tokoh dan Watak     :
Haji Sahak dan Isri, Nyai hajjah Andun: seorang saudagar kaya,
Alur            :
Dalam novel “ANAK PERAWAN DISARANG PENYAMUN” ini menggunakan alur maju. Karena pada awalnya penulis bermaksud menggambarkan bagaimana dan dimana cerita itu dan mulai memperkenalkan satu persatu tokohnya kepada pembaca, seperti yang ada dalam kutipan novel berikut ini :
Matahari bersinar dihutan. Onggokan cahaya lurus diselah-selah daun yang rapat dan bermain-main ditanah yang lembab kehitam-hitaman amat gelisah.
Binatang-binatang hutan rupanya melepaskan lelahnya pada tengah hari tepat. Angin berdesir-desir berhembus dipohon dan disana-sini gugur selara yang kering, setelah beberapa lamanya melayang diudara ditiup angin.
Ditengah rimba yang lebat itu mengalir sebuah anak air, jernih dan deras diantara batu yang besar-besar. Sebelah hilir sungai yang kecil itu melintas tebing dan disana ia jatuh berderai-derai sebagai pecahan kaca, sambil menyerakan bunyi yang gemuruh.

Sayu;anak keluarga haji sahak
Medasing: Kepala perampok, jahat, egois
Samad: Seorang penyamun. kaki tangan Medasing.yang kemudian berkhianat.
Ringkasan:
Seorang saudagar kaya yang bernama Haji Sahak hendak pergi ke Palembang beserta Anak Perempuannya yang bernama Sayu dan Istrinya yang bernama Hajjah Andun untuk menjual Berpuluh-puluh ekor kambing.
Di Perjalan Haji Sahak dirampok oleh seorang Penyamun yang dipimpin oleh Medasin g . Anak buah Pak haji Sahak telah dibantai.Sedangkan Sayu, Anak perempuan pak h aji Sahak diculik oleh Penyamun.
Mata-mata Medasing , yaitu Samad yang memata-matai haji Sahak untuk datang ke sa rang penyamun. Dia pun meminta bagiannya. Namun, Ketika dia melihat Sayu yang be gitu amat cantik.. Dia hendak mengambil Sayu, Ia pun berjanjanji akan mengemabal ikan kepada Orang Tua Sayu. Niatnya itu , ia laksanakan dengan diam-diam namun S ayu menolak untuk diajak. Karena, Sayu melihat Samad berniat tidak baik.
Setelah sukses merampok rombongan Haji sahak itu , Kegiatan merampok oleh Medasi ng gagal begitu saja karena Samad membocorkan rahasia rencana perampokan Medasin g kepada Masyarakat. Semakin hari anak buah Medasing semakin sedikit karena anak buahnya meninggal satu per satu dalam perampokan. Dalam perampokan bersama Sani p, anak buah Medasing satu-satunya yang masih hidup dan merampok namun usaha mer eka gagal total. Sanip meninggal dunia sementara Medasing luka parah, tangan nya pun patah Sekarang di tempat penyamun itu tinggal ada Medasing dan Sayu. Medasi ng sakit parah karena luka-lukanya itu , sedangkan makanan pun tak ada.
Sayu sangat khawatir melihat keadaan Medasing yang kian hari kondisinya melemah. Sayu pun memberanikan diri mendekati Medasing, walaupun awalnya Dia takut. Wala upun mula-mula percakapan Mereka terlihat kaku, namun akhirnya Mereka akrab juga . Dengan kelembutan, Sayu bisa mengarahkan Medasing ke jalan yang lebih baik.
Sebenarnya, Medasing berasal dari keturunan yang baik namun setelah kematian Ora ng tuanya di tangan Penyamun . Dia pun diangkat menjadi anak oleh Pimpinan Penya mun . Setelah Ayahnya meninggal, tonggak kepemimimpinan diserahkan kepada Medasi ng. Dan, jadilah Dia seorang Pemimpin Penyamun.Jadi dia menjadi seorang Penyamun bukan karena hendaknya tapi hanya karena keadaan.
Melihat perilaku Medasing kian hari berubah, dan Mereka hidup di tengah hutan da n Medasing ngin kebali ke Masyarakat. Sayu pun menghargainya. walaupun, Medasing telah membunuh Orang tuanya. Akhirnya, Medasing kembali ke kehidupan Masyarakat dan Medasing hidup bersama Sayu.
Read more...

Read more...

KETIKA ENGKAU BERSEMBAHYANG

KETIKA ENGKAU BERSEMBAHYANG
Karya : H. B. Jassin

Ketika engkau bersembahyang
Oleh takbirmu pintu langit terkuakkan
Partikel udara dan ruang hampa bergetar
Bersama-sama mengucapkan Allohu akbar

Bacaan Al Fatihah dan surah
Membuat kegelapan terbuka matanya
Setiap do’a dan pernyataan pasrah
Membentangkan jembatan cahaya

Tegak tubuh alifmu mengakar ke pusat bumi
Ruku’ lam badanmu memandangi asal usul diri
Kemudian mim sujudmu menangis
Di dalam cinta Alloh hati gerimis

Sujud adalah satu-satunya hakekat hidup
Karena perjalanan hanya untuk tua dan redup
Ilmu dan peradaban takkan sampai
Kepada asal mula setiap jiwa kembali

Maka sembahyang adalah kehidupan ini sendiri
Pergi sejauh-jauhnya agar sampai kembali
Badan diperas jiwa dipompa tak terkira-kira
Kalau diri pecah terbelah sujur mengutuhkan

Sembahyang diatas sajadah cahaya
Melangkah perlahan-lahan ke rumah rahasia
Rumah yang tak ada ruang tak ada waktunya
Yang tak bisadikisahkan kepada siapapun

Oleh-olehmu dari sembahyang adalah sinar wajah
Pancaran yang tak terumuskan oleh ilmu fisika
Hatimu sabar mulia kaki seteguh batu karang
Dadamu mencakrawala seluas ‘arasy Sembilan puluh sembilan
Read more...

Ceritaku

Ceritaku

Hidup memang tak selamanya berjalan seperti air di sungai yang selalu mengalir setiap waktu. Terkadang bahagia, sedih, senang, suka, duka dan berbagai rasa dialami dalam sebuah perjalanan hidup. Namun segala sesuatu yang menimpa diri kita pada hakekatnya baik untuk kita. Tapi kita sering tidak sadar terhadap sesuatu itu spontanitas kita langsung mengambil kesimpulan bahwa itu baik, itu buruk. Padahal kalau kita mau tafakur terhadap suatu kejadian atau suatu masalah maka kita akan menemukan hikmah dari semua itu, kita akan sadar bahwa tidak selamanya kita berjalan dijalanan yang datar. Suatu saat nanti kita akan mengalami apa yang dinamakan berjalan dalam sebuah tanjakan atau turunan. Begitu juga dengan kehidupan sama halnya dengan kita berjalan kadang bahagia, kadang sulit, kadang tenang dsb. Lalu apa yang harus kita lakukan? Apakah kita harus meratapi keadaan, apakah kita harus pusing, apakah kita harus marah, apakah kita harus prustasi? Jauhilah semua hal-hal tersebut tapi kita harus sadar pasti kita mempunyai dosa atau kesalahan kepada sang kholik. Maka hal yang harus pertama kali kita lakukan adalah bertaubat kita kembalikan segala sesuatu yang menimpa diri kita itu kepada yang menciptakannya. Jika kita sudah bisa berbuat seperti itu insya Allah hati kita akan tenang. Ingat segala permasalahan yang menimpa diri kita itu semua dibuat oleh kita dan kita juga yang sanggup memecahkannya semabari disandarkan hanya kepada Allah.

Disuatu waktu ada seorang wanita yang amat cantik dan pintar dan ada seoarang laki-laki yang amat mencintainya. Namun laki-laki itu mencintainya bukan karena nafsu, tapi cinta dia didasari dengan rasa ikhlas dan semata-mata karena Allah. Dia hanya ingin mendidik, mengarahkan kepada hal-hal yang positif dan bisa memberikan kemanfaatan diwaktu sekarang dan yang akan datang. Tapi apa yang dilakukan wanita itu? Dia mengacuhkan cinta yang tulus itu, dia hanya bisa memendam perasaan yang tidak bermanfaat dimasa yang telah berlalu. Sungguh tak mengerti apa yang dia lakukan seolah-olah dia tidak merasakan apa yang telah diberikan silaki-laki itu, tapi bukan materi yang diberikannya tapi sebuah ajakan, pendidikan juga pengarahan yang dapat membuat dia bahagia dimasa depan nanti. Tapi entah apa yang ada dalam fikirannya seolah-olah dia selalu mengacuhkan kebaikan itu. Namun laki-laki itu terus sabar, sabar dan sabar mengahadapinya karena dia yakin ini diibaratkan sebagai sebuah tanjakan yang suatu saat nanti akan menemui yang namanya turunan. Artinya keadaan buruk dimata manusia pada saat itu merupakan investasi kebahagiaan dimasa depan nanti dia sangat yakin suatu saat nanti akan berbalik keadaan dengan saat ini. Dia hanya tersenyum melihat semua ini seolah-olah kebahagiaan sudah melambaikan tangannya dari kejauhan yang harus diperjuangkan selama dia masih bernyawa.

Untuk mencapai kebahagiaan tidak cukup dengan mengupayakan dari luarnya saja tapi harus diupayakan dengan dalamnya juga yakni dengan sebuah do’a kepada Allah. Perbanyaklah istigfar, hauqolah, lailaha illallah muhammadurrasulullah, tasbih, tahmid, bismillahirrahmanirrahim 313x dalam satu hari dan tanamkan dalam diri kita harus sabar, sadar, tawakal, selamanya kita dzikir kepada Allah, yakinlah kita akan mendapat ketenangan hati dan pastinya kita sukses. Amin ya robbb….
Read more...