Judul Buku : Anak Perawan di Sarang Penyamun
Karya : Sutan Takdir Alisjahbana
Tema : Penjahat belum tentu mempunyai hati yang begitu jahat.
Setting : Daerah Pagar Alam
Tokoh dan Watak :
Haji Sahak dan Isri, Nyai hajjah Andun: seorang saudagar kaya,
Alur :
Dalam novel “ANAK PERAWAN DISARANG PENYAMUN” ini menggunakan alur maju. Karena pada awalnya penulis bermaksud menggambarkan bagaimana dan dimana cerita itu dan mulai memperkenalkan satu persatu tokohnya kepada pembaca, seperti yang ada dalam kutipan novel berikut ini :
Matahari bersinar dihutan. Onggokan cahaya lurus diselah-selah daun yang rapat dan bermain-main ditanah yang lembab kehitam-hitaman amat gelisah.
Binatang-binatang hutan rupanya melepaskan lelahnya pada tengah hari tepat. Angin berdesir-desir berhembus dipohon dan disana-sini gugur selara yang kering, setelah beberapa lamanya melayang diudara ditiup angin.
Ditengah rimba yang lebat itu mengalir sebuah anak air, jernih dan deras diantara batu yang besar-besar. Sebelah hilir sungai yang kecil itu melintas tebing dan disana ia jatuh berderai-derai sebagai pecahan kaca, sambil menyerakan bunyi yang gemuruh.
Sayu;anak keluarga haji sahak
Medasing: Kepala perampok, jahat, egois
Samad: Seorang penyamun. kaki tangan Medasing.yang kemudian berkhianat.
Ringkasan:
Seorang saudagar kaya yang bernama Haji Sahak hendak pergi ke Palembang beserta Anak Perempuannya yang bernama Sayu dan Istrinya yang bernama Hajjah Andun untuk menjual Berpuluh-puluh ekor kambing.
Di Perjalan Haji Sahak dirampok oleh seorang Penyamun yang dipimpin oleh Medasin g . Anak buah Pak haji Sahak telah dibantai.Sedangkan Sayu, Anak perempuan pak h aji Sahak diculik oleh Penyamun.
Mata-mata Medasing , yaitu Samad yang memata-matai haji Sahak untuk datang ke sa rang penyamun. Dia pun meminta bagiannya. Namun, Ketika dia melihat Sayu yang be gitu amat cantik.. Dia hendak mengambil Sayu, Ia pun berjanjanji akan mengemabal ikan kepada Orang Tua Sayu. Niatnya itu , ia laksanakan dengan diam-diam namun S ayu menolak untuk diajak. Karena, Sayu melihat Samad berniat tidak baik.
Setelah sukses merampok rombongan Haji sahak itu , Kegiatan merampok oleh Medasi ng gagal begitu saja karena Samad membocorkan rahasia rencana perampokan Medasin g kepada Masyarakat. Semakin hari anak buah Medasing semakin sedikit karena anak buahnya meninggal satu per satu dalam perampokan. Dalam perampokan bersama Sani p, anak buah Medasing satu-satunya yang masih hidup dan merampok namun usaha mer eka gagal total. Sanip meninggal dunia sementara Medasing luka parah, tangan nya pun patah Sekarang di tempat penyamun itu tinggal ada Medasing dan Sayu. Medasi ng sakit parah karena luka-lukanya itu , sedangkan makanan pun tak ada.
Sayu sangat khawatir melihat keadaan Medasing yang kian hari kondisinya melemah. Sayu pun memberanikan diri mendekati Medasing, walaupun awalnya Dia takut. Wala upun mula-mula percakapan Mereka terlihat kaku, namun akhirnya Mereka akrab juga . Dengan kelembutan, Sayu bisa mengarahkan Medasing ke jalan yang lebih baik.
Sebenarnya, Medasing berasal dari keturunan yang baik namun setelah kematian Ora ng tuanya di tangan Penyamun . Dia pun diangkat menjadi anak oleh Pimpinan Penya mun . Setelah Ayahnya meninggal, tonggak kepemimimpinan diserahkan kepada Medasi ng. Dan, jadilah Dia seorang Pemimpin Penyamun.Jadi dia menjadi seorang Penyamun bukan karena hendaknya tapi hanya karena keadaan.
Melihat perilaku Medasing kian hari berubah, dan Mereka hidup di tengah hutan da n Medasing ngin kebali ke Masyarakat. Sayu pun menghargainya. walaupun, Medasing telah membunuh Orang tuanya. Akhirnya, Medasing kembali ke kehidupan Masyarakat dan Medasing hidup bersama Sayu.
Anak Perawan di Sarang Penyamun
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar