KAU TERCIPTA BUKAN UNTUKKU
Sang mentari mulai muncul ke permukaan dengan masih malu – malu. Kicauan burung kecil mulai membangunkan Nisa dari tidurnya di hari minngu.
Setelah membereskan tempat tidurnya ia langsung mencari neneknya ke dapur, karena memang ia tinggal bersama sang nenek. Dengan ceria layaknya seorang anak perempuan yang berusia lima tahun ia menyapa neneknya yang sedang memasak dengan ucapan selamat pagi disertai seenyuman manisnya.
Waktu terasa cepat berputar, jarum jam telah menunjukan pukul 10.00 WIB. Ketika itu Nisa dan sang nenek sedang menonton sebuah acara televisi. Namun terdengar suara Yudi seorang anak teteangga neneknya yang merupakan satu – satunya teman bermain Nisa memanggil namanya dari luar rumah.
“ Nisa.......Nisa.....main yuk!!! “ Yudi berteriak dari luar rumah untuk mengajak Nisa bermain.
“ Iya….” Jawab Nisa dari dalam rumah sambil berjalan menuju ke arah suara Yudi.
“ Ada apa kak Yudi ? “
“ Nisa kita main di halaman rumahgku Yuk ! “ajak Yudi
“ Iya kak Yudi, tapi aku ijin dulu ke nenekku ya ! “
Nisa dan Yudi tengah bermain dengan asyik dan dengan bebasnya karena telah mendapat izin dari sang nenek. Yudi yang usianya lebih tua empat tahun dari Nisa tidak merasa canggung bermain dengan anak perempuan yang usianya di bawahnya. Karena Yudi dan Keluarganya telah menganggap Nisa seperti keluarga sendiri.
Dua tahun telah berlalu akhirnya Nisa menginjak usianya yang ke tujuh tahun diman aia harus mulai bersekolah.
Ia merasa bahagia karena akan mulai bersekolah yang berarti pula ia akan mendapatkan teman – teman baru di sekolah. Namun di lain pihak ia juga merasa sedih karena harus meninggalkan sang nenek tercinta yang telah merawatnya selama tiga tahun dan meninggalkan Yudi yang telah menjadi sahabat kecilnya. Karena memang ia akan disekolahkan oleh kedua orang tuanya yang tinggal di luar kota.
Enam tahun sudah lamanya Nisa bersekolah di salah satu Sekolah Dasar Negeri di Jakarta, Kota tempat Ia sekarang tinggal. Meski hari – harinya tak terasa sepi namun bayangan akan Yudi sang sahabat kecilnya masih membekas di benaknya. Rasa rindu pun hadir dalam hati Nisa. Namun tak lebih dari sekedar rindu kepada sang sahabat.
Hingga pada libur panjang tiba setelah ia lulus dari Sekolah Dasarnya. Ia sempatkan untuk menemui sang nenek tercinta dan Yudi yang tak dapat ia bayangkan seperti apa dia sekarang.
Tiga hari berlalu dan ia telah berada di rumah neneknya. Namun Nisa belum bertemu dengan Yudi karena ia sedang ada kegiatan ekskul di sekolahnya dan baru akan pulang sore ini.
KAU TERCIPTA BUKAN UNTUKKU
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar