LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
(PKL)
TUGU MONAS SEBAGAI LAMBANG PERJUANGAN
BANGSA INDONESIA
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Dalam Mengikuti Ujian Akhir Pada Madrasah Aliyah Negeri Rancah
Kabupaten Ciamis
Disusun oleh :
Oman Komaruzaman
NIS. 0809.1.045
JURUSAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
MADRASAH ALIYAH NEGERI RANCAH
TAHUN PELAJARAN 2010/2011
LEMBAR PENGESAHAN
Nama : Oman Komaruzaman
NIS : 0809.1.045
Jurusan : Ilmu Pengetahuan Sosial
Judul Laporan : TUGU MONAS SEBAGAI LAMBANG PERJUANGAN BANGSA INDONESIA
Pembimbing,
Yaya Rahmatiah, S.Ag.
NIP. 197104212007012033
Mengetahui
Kepala MA. Negeri Rancah,
Drs. H. Yuyuh
NIP. 196009071985031006
KATA PENGANTAR
Segala puji hanya milik Allah SWT. yang telah memberikan ridho dan inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini.
Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat ujian akhir pada Madrasah Aliyah Negeri Rancah.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, maka dari itu dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan sarannya guna memperbaiki penyusunan laporan selanjutnya.
Dalam penyusunan laporan ini tentu banyak sekali kendala yang dihadapi penulis, maka disertai dengan penuh rasa ikhlas penulis ucapkan terima kasih kepada yang terhormat,
1) Ibu Yaya Rahmatiah, S. Ag. selaku pembimbing.
2) Bapak Drs. H. Yuyuh selaku kepala MA. Negeri Rancah.
3) Bapak Amron Habibi, S. Psi. selaku wali kelas XII IPS 1.
4) Dewan Guru beserta Staf TU MA. Negeri Rancah.
5) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Unit Pengelola Monumen Nasional yang telah memberikan izin melaksanakan praktek kerja lapangan.
6) Orang tua beserta saudara tercinta.
7) Teman-teman seperjuangan beserta semua pihak yang telah memberikan bantuan baik secara moril maupun materil.
Semoga amal baik mereka mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT.
Amin.
Rancah, November 2010, Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFRTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah 1
B. Perumusan Masalah 1
C. Tujuan Penulisan 1
D. Manfaat Penulisan
E. Pembatasan Masalah
F. Sistematika Penyajian
BAB II LANDASAN TEORI
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penulisan 1
B. Teknik Penulisan 1
BAB IV PEMBAHASAN MASALAH
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Perumusan Masalah
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dalam hal ini pendidikan sangat berperan, baik pendidikan formal maupun non formal. Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya tersebut dengan cara merealisasikan teori-teori yang telah disampaikan dan dipraktekan dalam bentuk praktek kerja lapangan.
Penelitian yang penulis lakukan yaitu tentang tugu monument nasional yang dijadikan sebagai lambang perjuangan bangsa Indonesia. Sebab pada saat ini para generasi muda yang akan meneruskan perjuangan para pendahulu itu ditinjau dari rasa kepatriotismenya kurang sekali. Maka sebagai salah satu pendorong generasi muda untuk menanamkan kesadaranya dalam upaya mempertahankan Negara ini tentu dengan diberikanya wawasan dan pengetahuan tentang betapa besarnya perjuangan nenek moyang kita, dengan memberikan pengetahuan tentang sejarah Tugu Monas yang dijadikan sebagai lambang perjuangan bangsa Indonesia.
1
B. Rumusan Masalah
Berkaitan dengan masalah yang penulis teliti, maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Apa yang menjadi faktor pendorong didirikanya MONAS?
2. Mengapa MONAS dijadikan sebagai lambang perjuangan bangsa Indonesia?
3. Apa keuntungan berdirinya MONAS bagi masyarakat kota Jakarta?
C. Tujuan Penulisan
Bertumpu pada latar belakang dan rumusan masalah, maka penulis mempunyai tujuan, yaitu :
1. Untuk mendeskripsikan faktor pendorong didirikanya MONAS.
2. Untuk mendeskripsikan MONAS yang dijadikan sebagai lambang perjuangan bangsa Indonesia.
3. Untuk mengetahui keuntungan yang didapat masyarakat kota Jakarta dengan didirikanya tugu MONAS.
D. Manfaat Penulisan
Pada dasarnya ada dua manfaat yang ingin dicapai dari hasil penulisan laporan ini, yaitu :
1) Manfaat secara teoritis, yaitu penulis dapat memperoleh teori khusus tentang penyusunan sebuah laporan mengenai sejarah monument nasional yang dijadikan sebagai lambang perjuangan bangsa Indonesia.
2) Manfaat secara praktis, yaitu melaksanakan penelitian sesuai prosedur penulisan sebuah laporan sesuai kenyataan yang ada dilapangan.
E. Pembatasan Masalah
Sehubungan pembahasan masalah yang diteliti penulis cukup luas, maka penulis membatasi pembahasan meliputi :
1. Faktor pendorong didirikannya MONAS.
2. Sebab MONAS dijadikan lambang perjuangan bangsa Indonesia.
3. Keuntungan yang didapatkan masyarakat kota Jakarta setelah didirikannya MONAS.
F. Sistematika Penyajian
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah.
B. Perumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan
D. Manfaat Penulisan
E. Pembatasan Masalah
F. Sistematika Penyajian
BAB II LANDASAN TEORI
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penulisan
B. Teknik Penulisan
BAB IV PEMBAHASAN MASALAH
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran
BAB II
LANDASAN TEORI
Untuk mempertanggung jawabkan suatu laporan hasil penelitian perlu ditunjang dengan berbagai landasan yang dikemukakan oleh para ahli dari berbagai keilmuan.
Teori yang dijadikan acuan dalam penulisan laporan hasil penelitian, yaitu tentang rumusan sejarah yang dikemukakan oleh seorang ahli sejarah Indonesia bernama Muhammad Yamin pada tahun 1957 yang garis besarnya adalah :
“Sejarah ialah ilmu pengetahuan dengan umumnya yang berhubungan dengan cerita bertarikh sebagai hasil penafsiran kejadian-kejadian dalam masyarakat manusia pada waktu yang lampau, yaitu hasil penyelidikan bahan-bahan tulisan atau tanda-tanda yang lain” (Yamin : 1957 : 89).
Dari teori diatas dapat disimpulkan bahwa dalam membentuk kepribadian generasi sekarang dan yang akan dating perlu ditanamkan kesadaran diri dan rasa patriotisme dengan cara belajar dari sejarah. Sebab dengan adanya sejarah kita dapat berpikir lebih kritis lagi dalam upaya membangkitkan kesadaran dan rasa patriotisme dalam diri.
5
BAB III
METODE DAN TEKNIK PENELITIAN
A. Metode Penulisan
Penelitian dilakukan guna memperoleh data atau fakta yang diperlukan, metode yang digunakan dalam penulisan laporan adalah metode deskriptif yaitu dengan cara mengungkapkan keadaan yang sebenarnya terjadi dilapangan.
Dengan menggunakan metode ini diharapkan dapat mengungkapkan faktor pendorong didirikanya monumen nasional, monas yang dijadikan sebagai lambang perjuangan bangsa Indonesia, dan keuntungan masyarakat Jakarta setelah didirikanya monumen nasional.
B. Teknik Penulisan
Untuk mendapatkan gambaran jawaban dari permasalahan dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik sebagai berikut :
1) Observasi
Teknik ini dilakukan dengan cara mengunjungi objek wisata yang dijadikan sebagai tempat mencari sumber yaitu di Monumen Nasional Jakarta.
6
2) Studi Pustaka
Teknik ini dilakukan dengan cara membaca berbagai buku atau sumber yang berkaitan dengan penelitian untuk dijadikan tujuan dan landasan teoritis dalam penelitian.
BAB IV
PEMBAHASAN MASALAH
A. Faktor Pendorong didirikanya Monas
Setelah ratusan tahun Negara Republik Indonesia dijajah oleh Jepang dan Belanda akhirnya berkat ridha Allah SWT akhirnya Indonesia mendapatkan kemerdekaan yang merupakan buah dari perjuangan bangsa Indonesia.
Gagasan awal pembangunan Monas muncul setelah sembilan tahun kemerdekaan diproklamirkan. Beberapa hari setelah peringatan HUT RI ke-9, dibentuk Panitia Tugu Nasional yang bertugas mengusahakan berdirinya Tugu Monas. Panitia ini dipimpin Sarwoko Martokusumo, S Suhud selaku penulis, Sumali Prawiro Sudirjo selaku bendahara dan dibantu oleh empat orang anggota masing-masing Supeno, K K Wiloto, E F Wenas dan Sudiro.
Berkaitan dengan gagasan pembangunan Monas ada juga faktor pendorong untuk pendirian Monumen Nasional, diantaranya saja :
1. Pemerintahan pada saat itu menginginkan ada sebuah tugu peringatan untuk mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945.
8
2. Pemerintahan pada saat itu juga menginginkan supaya para penerus bangsa memiliki sebuah inspirasi dan semangat patriotisme.
B. Monas Sebagai Lambang Perjuangan Bangsa Indonesia
Tugu Monas merupakan Tugu kebanggan bangsa Indonesia, yang dibangun pada tahun 1961 untuk mengenang dan mengabadikan kebesaran perjuangan bangsa Indonesia yang dikenal dengan revolusi 17 Agustus 1945. Pembangunan Tugu Monas juga sebagai wahana untuk membangkitkan semangat patriotisme generasi sekarang dan yang akan datang.
Tugu Monas mempunyai ciri khas tersendiri, sebab arsitektur dan dimensinya melambangkan kias kekhususan Indonesia. Bentuk yang paling menonjol adalah tugu yang menjulang tinggi dan pelataran cawan yang luas mendatar. Diatas tugu terdapat api menyala seakan tak kunjung padam, melambangkan keteladanan semangat bangsa Indonesia yang tidak pernah surut berjuang sepanjang masa.
Bentuk dan tata letak Monas yang sangat menarik memungkinkan pengunjung dapat menikmati pemandangan indah dan sejuk yang mempesona, berupa taman dimana terdapat pohon dari berbagai provinsi di Indonesia. Kolam air mancur tepat dilorong pintu masuk membuat taman menjadi lebih sejuk, ditambah dengan pesona air mancur bergoyang.
Didekat pintu masuk menuju pelataran monas itu juga nampak megah berdiri patung pangeran Diponogoro yang sedang menunggang kuda. Patung yang terbuat dari perunggu seberat 8 ton itu dikerjakan oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr. Mario di Indonesia.
Setelah bangsa Indonesia mengakhiri perjuanganya melawan penjajah Belanda maka Presiden pertama Indonesia yaitu Ir. Soekarno mempunyai inspirasi membangun sebuah Tugu Peringatan yang mana melambangkan sebuah perjuangan bangsa Indonesia dan mewakli karakter dan budaya bangsa Indonesia. Itulah yang menjadi sebab Tugu Monas dijadikan sebagai lambang dari perjuangan bangsa Indonesia.
Monaspun mempunyai ciri yang dapat kita ketahui yaitu bentuk tugu yang menjulang tinggi mengandung palsafah “lingga dan yoni” yang menyerupai “alu” sebagai “lingga” dan bentuk wadah (cawan) berupa ruangan menyerupai “Lumpang” sebagai “Yoni”. Alu dan Lumpang adalah dua alat penting yang dimiliki setiap keluarga di Indonesia khususnya rakyat pedesaan. Lingga dan Yoni adalah symbol dari zaman dahulu yang menggambarkan kehidupan abadi, adalah unsur positif (Lingga) dan untuk negative (Yoni) seperti adanya siang dan malam, laki-laki dan perempuan, baik dan buruk, merupakan keabadian dunia.
Selain Tugu Monas menjulang tinggi, disanapun pertama ada Museum Sejarah yang terletak 3 meter dibawah permukaan halaman tugu memiliki ukuran 80 x 80 meter. Dinding serta lantai diruang itupun semuanya dilapisi batu marmer. Didalam ruangan itu, pengunjung disajikan dengan 51 jendela peragaan (Biorama) yang mengabadikan sejarah sejak zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia, perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia hingga masa pembangunan di zaman orde baru. Kedua disanpun terdapat Ruang Kemerdekaan yang berbentuk amphitheater terletak di cawang tugu, terdapat empat atribut kemerdeakan meliputi letak kepulauan Negara RI, Lambang Negara Bhineka Tunggal Ika, dan pintu gapura yang berisi naskah proklamasi kemerdekaan. Diruangan ini pula, pengunjung juga dapat mendengar rekaman suara Bung Karno saat membacakan proklamasi.
Perlu diketahui bahwa di pelataran puncak tugu yang terletak pada ketinggian 115 meter dari halaman tugu, memiliki ukuran 11 x 11 meter, pengunjung dapat mencapai pelataran itu dengan menggunakan elevator tunggal yang berkapasitas sekitar 11 orang. Dipelataran yang mampu menampung sekitar 50 orang itu juga disediakan empat teropong disetiap sudut, dimana pengunjung dapat melihat pemandangan kota Jakarta dari ketinggian 132 meter dari halaman tugu Monas. Lidah api yang terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dengan tinggi 14 meter dan berdiameter 6 meter, terdiri dari 77 bagian yang disatukan. Seluruh lidah api dilapisi lempengan emas seberat 35 kilogram, dan pada HUT RI ke-50, emas yang melapisi lidah api itu dtambah menjadi 50 kilogram.
C. Keuntungan Masyarakat Jakarta Setelah didirikanya Monas
Setiap tempat wisata atau tempat bersejarah pasti memberikan manfaat bagi masyarakat yang ada disekitarnya. Begitu pula dengan keberadaan Monas, yang mana Monas dijadikan sebuah tugu peringatan yang melambangkan perjuangan dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi tahun 1945. Selain itu didalamnya juga terdapat museum, ruang kemerdekaan dan sebagainya.
Masyarakat kota Jakarta pada khususnya merasakan manfaat atau keuntungan dibangunnya Monas. Karena selain menjadi tempat mereka mencari nafkah, mereka juga dapat berkreasi dan mengembangkan keterampilan yang mereka miliki. Seperti halnya pemerintah membuat koperasi yang didalamnya menuntut anggotanya untuk membuat kerajinan tangan, seperti gantungan kunci berbentuk tugu monas, kaos, dan berbagai kerajinan lainya. Ini menandakan bahwa dengan keberadaan Monas memberikan keuntungan besar bagi masyarakat sekitar.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1) Pemerintahan pada saat itu menginginkan sebuah tugu peringatan yang bertujuan untuk mengenang perjuangan melawan penjajah, selain itu supaya generasi sekarang dan yang akan datang terbangkit rasa patriotismenya.
2) Tugu Monas dijadikan lambang perjuangan bangsa Indonesia karena Monas merupakan tugu yang mengandung makna kebesaran bangsa Indonesia yang penuh dengan perjuangan dalam melawan penjajah.
3) Keberadaan Monas memberikan keuntungan bagi masyarakat kota Jakarta pada khususnya karena mereka dapat mengembangkan keterampilannya dalam berbagai bidang dan dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan.
B. Saran
1) Pemerintah harus lebih baik lagi dalam menjaga ketertiban dan keamanannya supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan.
2) Setiap warga Negara Indonesia diharapkan dapat menjaga tugu Monas dan yang paling penting tanamkan dalam diri kesadaran berbangsa dan rasa patriotisme yang tinggi.
13
DAFTAR PUSTAKA
Rosady, Eddy, 2004. Belajar Efektif Sejarah, Jakarta : Intimedia Cipta Nusantara
http://www.digilib.ui.ac.id
BIOGRAFI PENULIS
Penulis bernama Oman Komaruzaman lahir pada tanggal 03 Januari 1993 dari seorang ibu bernama Entin Cartinah dan ayah bernama Raska. Sekarang bertempat tinggal di Dusun Mekarsari RT/RW 03/11 Desa Kiarapayung Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis.
Penulis menempuh pendidikan pertama di TK Manarul Huda selama tiga tahun dilanjutkan ke MI Cileungsir tahun 1999, lulus tahun 2005, kemudian melanjutkan pendidikan di MTsM Rancah dan lulus tahun 2008, setelah itu penulis melanjutkan kembali pendidikanya ke MAN Rancah dengan mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Jabatan yang pernah penulis duduki yaitu menjadi sekretaris Pramuka di pangkalan MTsM Rancah masa bhakti 2007/2008, ketua IRMA di MAN Rancah masa bhakti 2008/2009, komandan Pasukan Keamanan (PASKA) masa bhakti 2009/2010, Wakil Pemimpin Sangga masa bhakti 2009/2010, Ketua OSIS MAN Rancah masa bhakti 2009/2010, Ketua Umum Ikatan Pelajar Kecamatan Rancah (IPKR) tahun 2010, Pemimpin Sangga masa bhakti 2010/2011, Pengurus Dewan Kerja Ranting (DKR) Kec. Rancah masa bhakti 2010/2014, Pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdotul Ulama (PC. IPNU) kabupaten Ciamis masa bhakti 2010/2012, Ketua PAC IPNU Kec. Rancah tahun 2010.
Demikian riwayat singkat penulis, semoga Allah SWT. senantiasa melimpahkan ridha dan inayah-Nya. Amin.
LAMPIRAN- LAMPIRAN
1. SURAT TUGAS
2. SURAT IZIN PKL
3. DAFTAR HADIR PEMBIMBING
4. DAFTAR HADIR BIMBINGAN
5. DAFTAR HADIR PESERTA
6. PETA WILAYAH
7. JADWAL KEGIATAN
8. AGENDA KEGIATAN
9. DAFTAR GAMBAR
DAFTAR HADIR BIMBINGAN
PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)
KELOMPOK II
No Hari/Tanggal Keterangan Ttd
1 Rabu, 10 November 2010
2 Kamis, 11 November 2010
3 Jum’at, 12 November 2010
4 Sabtu, 13 November 2010
Pembimbing,
YAYA RAHMATIAH
NIP. 197104212007012033 Rancah, 09 November 2010
Ketua Kelompok,
OMAN KOMARUZAMAN
NIS. 0809.1.045
DAFTAR HADIR PESERTA
PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)
KELOMPOK II
No Nama Jabatan LOKASI Ket
MONAS TMII RAGUNAN
1 Oman K Ketua Hadir Hadir Hadir
2 Perian S W W. Ketua Hadir Hadir Hadir
3 Lilis S F Sekretaris Hadir Hadir Hadir
4 Wiwin Bendahara Hadir Hadir Hadir
5 Parid H Anggota Hadir Hadir Hadir
6 Tata R P Anggota Hadir Hadir Hadir
7 Risma A Anggota Hadir Hadir Hadir
8 Nina A Anggota Hadir Hadir Hadir
9 Yuliyanti N Anggota Hadir Hadir Hadir
Pembimbing,
YAYA RAHMATIAH
NIP. 197104212007012033 Rancah, 07 November 2010
Ketua Kelompok,
OMAN KOMARUZAMAN
NIS. 0809.1.045
DAFTAR HADIR PEMBIMBING
No. Lokasi Keterangan
1. Monumen Nasional
2. Taman Mini Indonesia Indah
3. Kebun Binatang Ragunan
Pembimbing,
YAYA RAHMATIAH
NIP. 197104212007012033 Rancah, 07 November 2010
Ketua Kelompok,
OMAN KOMARUZAMAN
NIS. 0809.1.045
JADWAL KEGIATAN
PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)
KELOMPOK II
No Waktu Kegiatan Tempat Penanggung Jawab
1 21.00 Pemberangkatan MAN Rancah Panitia
2 04.00-07.00 ISOMA Mesjid Istiqlal Panitia
3 07.00-10.00 Pelaksanaan PKL MONAS Pembimbing
4 10.30-14.00 Pelaksanaan PKL TMII Pembimbing
5 14.30-17.00 Pelaksanaan PKL Ragunan Pembimbing
6 17.30-18.00 Persiapan pulang Ragunan Panitia
7 20.00-21.00 Refresing Tempat oleh-oleh di Purwakarta Panitia
8 21.00-01.30 Pulang/sampai ke tempat MAN Rancah Panitia
AGENDA KEGIATAN
PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)
KELOMPOK II
No Hari/Tanggal Kegiatan Keterangan
1 Sabtu, 23 Oktober 2010 Rapat Persiapan dan pembagian surat pemberitahuan kepada orang tua
2 28 Oktober 2010 Sosialisasi dan penetapan lokasi PKL dan pembagian surat izin orang tua/wali
3 Sabtu, 06 November 2010 Pengarahan PKL
4 Minggu, 07 November 2010 Pelaksanaan PKL di Jakarta
5 Selasa-Minggu, 09-14 November 2010 Penyusunan laporan hasil PKL dan bimbingan kepada pembimbing masing-masing kelompok
5 Senin, 15 November 2010 Pengumpulan laporan hasil PKL
Gambar 1.1 Struktur Bangunan Monumen Nasional
Gambar 1.2 Photo Monumnen Nasional
Gambar 1.3 Photo Monumen Nasional
Gambar 1.4 Ruang Museum Sejarah Nasional
Gambar 1.5 Naskah Proklamasi
Gambar 1.6 Ruang Kemerdekaan
Peta Lokasi Praktek Kerja Lapangan
CONTOH LAPORAN PKL
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar